Tampilkan postingan dengan label TOKOH FOREX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH FOREX. Tampilkan semua postingan

Alexander Elder: Trading For A Living





Anda dapat bebas, hidup dan bekerja di manapun di dunia ini. Bebas dari rutinitas dan tidak bertanggung jawab kepada siapapun.” Seperti itulah filosofi yang diutarakan oleh investor kondang keturunan Rusia, Alexander Elder. Penulis buku best seller ‘Trading for A Living’ ini memang memiliki peran yang besar dalam perkembangan dunia trading pasar keuangan. Sebagai pakar di bidang psikologi, ia juga mafhum benar apa musuh terbesar yang dihadapi oleh seorang trader.
Dalam buku ‘Trading for A Living’, Alexander Elder mengemukakan tiga konsep penting dalam dunia trading yaitu psikologi, taktik dan money management. Jurnal tersebut ditulis berdasarkan pengalaman dan suka duka sangtrader selama menggeluti dunia investasi. Berawal dari keinginan untuk menghasilkan uang tanpa bekerja, Elder memulai perjalanan hidupnya sebagai pelaku pasar. Di dunia inilah ia menyadari bahwa trading merupakan bidang yang paling susah untuk menghasilkan uang uang secara mudah. Elder mengisahkan bahwa saat ia masuk ke dunia trading, apa yang ia lakukan bukanlah bertransaksi seperti yang dibayangkan sebelumnya, namun lebih kepada gambling atau berjudi. Trading menurutnya adalah hal yang sederhana, cukup dengan membuka posisi buy atau sell. Namun di balik pengambilan setiap posisi tersebut, selalu saja ada alasan yang melandasinya.

Pria kelahiran Leningrad, Uni Soviet ini mengungkapkan rahasia untuk sukses dalam trading yakni kombinasi antara pengetahuan yang dalam dan disiplin yang tinggi. Tidak ada rahasia dalam trading. Kalaupun memang ada, rahasia tersebut hanya berupa 3 unsur yaitu psikologi, analisa pasar dan sistem trading dengan disertai manajemen keuangan. Seluruhnya harus diterapkan dengan disiplin tinggi. Dan dari semuanya itu, psikologi tetap menjadi kunci utama keberhasilan.

Trader biasanya melakukan trading berdasarkan analisis fundamental atau teknikal, serta melihat trend berdasarkan firasat ekonomi dan politik. Sayangnya banyak yang lupa dengan kematangan psikologis. Ketika masuk ke pasar perasaan seorang trader ibarat roller coaster, naik turun mengikuti pergerakan harga. Dan sampai pada titik inilah trader dapat kehilangan kontrol diri. Ketidakmampuan untuk mengatur diri sendiri akan berdampak pada penurunan kualitas money management. Trader yang baik selalu mengerti betapa pentingnya psikologi dalam trading, sementara trader yang buruk cenderung mengabaikannya.



Psikologi Individu

Psikologi dalam trading bisa dibagi ke dalam dua kategori yaitu psikologi individu dan psikologi massa. Jika pikirantrader tidak sejalan dengan perilaku pasar atau ia mengabaikan perubahan psikologi massa, maka bisa dipastikan kalau kerugian tinggal menunggu waktu.
Menurut Elder, trading dapat membuat orang menjadi impulsif, berubah menjadi seorang penjudi dan bahkan menghancurkan diri sendiri atau ‘self-destructiveness’. Pasar tidak pandang bulu. Trading dengan mengandalkan emosi akan menghasilkan kerugian. Elder menyarankan setiap trader untuk memiliki kesadaran dari suatu tindakan yang bersifat menghancurkan diri sendiri, berhenti mempermasalahkan kerugian atau menyalahkan nasib atas kegagalan yang dialami. Setiap individu harus bertanggung jawab atas setiap hasil transaksinya. Mulailah untuk membuat catatan dari semua posisi trading beserta alasan untuk mengambil jalan enter dan exit. Dengan melihat pengulangan pola tersebut, baik yang berhasil maupun gagal, trader akan dapat melakukan perbaikan pada aktivitas trading selanjutnya. Orang yang tidak belajar dari masa lalu cenderung akan mengulangi hal kesalahannya.


Psikologi Massa (Pasar)


Sebagai seorang psikiter dan pengajar, Alexander Elder menilai kesuksesan dan kegagalan seseorang tergantung pada kontrol emosi. Walaupun memiliki sistem trading yang brilian, perasaan takut, sombong atau bingung dapat mengundang kerugian. Sudah banyak trader, dengan sistem trading yang baik, justru terhempas akibat psikologi-nya tidak siap untuk meraih keuntungan. Kontrol diri sangatlah diperlukan, terutama dalam membaca waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari transaksi. Pasar bergerak sangat dinamis, perubahan arah bisa terjadi dalam hitungan menit. Memaksa diri sendiri untuk meraup laba lebih besar justru dapat berakibat buruk. Begitu pula dalam mengantisipasi kerugian, trader harus tahu kapan waktunya menutup posisi jika pasar bergerak melawan kehendaknya. Sikap keras kepala dalam mempertahankan posisi hanya berujung pada kerugian.

Ketika trader dari seluruh dunia berkumpul dalam satu pasar kemudian membuka posisi secara bersamaan, maka di situlah psikologi massa terbentuk. Secara umum, ada pembeli dan penjual. Pembeli akan menggerakkan harga ke atas, sebaliknya penjual menyeret harga ke arah bawah. Pergerakan harga tercermin dari nilai konsensus antara pembeli dan penjual saat sesi transaksi, di mana angkanya dapat berubah setiap saat dan menentukan arah trend berikutnya. Semakin besar jumlah pelaku pasar, maka semakin fluktuatif pergerakan harga suatu produk.

Menganalisa pasar berarti menganalisa psikologi massa. Kemampuan trader dalam membaca psikologi massa tersebut akan memberikan keuntungan yang besar. Sebagai contoh adalah apa yang terjadi di pasar forex,tapering ke-dua yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank seharusnya membuat Dollar lebih perkasa terhadap mata uang lainnya. Namun anomali justru terjadi di saat nilai tukar USD/JPY anjlok tajam. Dalam hal ini, analisa sebaiknya tidak difokuskan pada satu peristiwa, namun meliputi seluruh aspek yang terkait dengan kondisi tersebut. Saat Dollar melemah tajam terhadap Yen, psikologi massa pada saat itu lebih tersita pada gejolak yang terjadi di negara berkembang. Yen, yang dianggap sebagai mata uang safe haven oleh investor, lebih banyak diburu sehingga nilai tukarnya menguat terhadap Dollar.

Trader yang sukses harus berpikir secara independen sehingga ia cukup kuat untuk menganalisa pasar, merancang rencana trading dan membuat keputusan sendiri. Alexander Elder mengungkapkan kalau psikologi massa tidak perlu diikuti, namun jangan juga melawannya. Banyak sekali trader yang tidak mengikuti rencanatrading-nya dan membiarkan massa mempengaruhi perasaan mereka. Seorang trader tidak bisa mengontrol pasar, yang bisa ia lakukan hanyalah memutuskan kapan untuk enter dan exit dari pasar. Trader akan mudah berubah jika ia mengikuti massa, menjadi mudah percaya, impulsif dan bereaksi lebih berdasarkan emosi dibandingkan kecerdasannya. Trader akan gagal jika tidak memiliki rencana atau menyimpang dari rencana. Ia hanya akan sukses jika berpikir dan bertindak sebagai individu. Perpaduan antara kemampuan mengontrol psikologi diri dan memahami psikologi massa berperan krusial dalam menentukan kesuksesan seorang trader.

 Salah satu sistem rancangan Alexander Elder yang bermanfaat sebagai referensi bagi trader era modern adalah Triple Screen. Sistem ini telah dipakai sejak tahun 1985 dan dipublikasikan pertama kali oleh Futures Magazine pada bulan April 1986. Triple Screen bisa dikatakan lebih dari sekedar sistem trading. Sistem ini merupakan sebuah metode dan gaya trading, yang terbentuk dari kombinasi antara metode mengikuti tren (trend-following) dan teknik melawan tren (counter-trend).
Menurut Alexander Elder, pasar terlalu kompleks untuk dianalisa dengan satu indikator. Indikator yang berbeda dapat memberikan sinyal yang berbeda pada pasar yang sama. Ketika harga naik, indikator trend-following akan memberikan sinyal buy, sementara indikator Oscillator bisa berada pada wilayah jenuh beli (sinyal sell). Begitu pula sebaliknya, ketika harga turun indikator trend-following akan memberikan sinyal sell, sementara indikator Oscillator berada pada wilayah oversold (sinyal buy).
Indikator trend-following membuka peluang ketika pasar bergerak sesuai trend. Namun ketika harga bergerak dalam trading range, keuntungan atau kerugian bergerak fluktuatif. Sedangkan indikator Oscillator lebih efektif dalam trading range, namun rawan memberikan sinyal yang salah ketika harga akan membentuk trend. Sistemtrading Triple Screen mengkombinasikan kedua indikator tersebut, dan didesain untuk mengurangi kelemahan serta mengeluarkan kekuatannya masing-masing.
Triple Screen terdiri dari long term time-frame untuk melihat pasang surut pasar (market tide) pada screenpertama. Selanjutnya intermediate time-frame berfungsi untuk melihat gelombang pasar (market wave) padascreen kedua. Dan yang terakhir, short term time-frame berguna untuk melihat riak pasar (market ripple) padascreen ketiga. Dalam sistem trading Triple Screen, time-frame utamanya adalah screen kedua atau intermediate time-frame.
Pada prinsipnya, sistem trading Triple Screen harus disertai analisa dari ketiga time-frame tadi. Screen pertama (time-frame mingguan) berfungsi untuk menganalisa tren jangka panjang dengan menggunakan indikator trend-following seperti MACD. Sementara screen kedua berfungsi untuk melihat kesempatan membuka posisi dengan menggunakan time-frame harian pada indikator Oscillator, seperti stochastic.

Berikut ini adalah contoh sederhana tentang penerapan sistem trading Triple Screen. 


Asumsikan screen pertama yang digunakan untuk melihat market tide memakai time-frame mingguan. Tren pergerakan harga tampak bullishkarena indikator MACD yang terus bergerak naik. Beralih ke screen kedua, jika indikator stochastic berada pada wilayah oversold maka peluang untuk posisi buy terbuka. Namun jika indikator stochastic berada pada posisi overbought, maka sebaiknya jangan membuka posisi. Prinsip sebaliknya berlaku jika tren pada screenpertama menunjukkan bearish. Screen ketiga digunakan untuk mengidentifikasi riak (ripple) pada pasang surut pasar (market tide), yakni dengan memakai gerakan harga intraday untuk masuk ke pasar. Screen ketiga tidak membutuhkan indikator dan di-plot sebagai teknik untuk masuk ke pasar.
Teknik yang digunakan untuk masuk ke pasar yaitu trailing buy stop atau trailing sell stop, tergantung pada tren pasar. Teknik trailing buy stop  diterapkan ketika time-frame mingguan menunjukkan tren bullish. Sementara ketikatime-frame harian, yang menggunakan indikator Oscillator, menunjukkan oversold maka trader dapat menempatkan order buy stop beberapa pip di atas level tertinggi hari sebelumnya. Dengan harapan, jika sukses menembus ke atas area tersebut, maka harga akan terus bergerak naik. Jika harga terus bergerak turun, makaorder buy stop tidak akan tersentuh sehingga trader harus menurunkan level order buy stop beberapa pip di atas level tertinggi hari sebelumnya. Prinsip teknik trailing sell stop adalah kebalikan dari trailing buy stop.
Pada sistem trading Triple Screen, stop-loss ditempatkan pada posisi yang dekat. Misalnya setelah membuka posisi buy, tempatkan stop-loss beberapa pip di bawah level terendah intraday atau level terendah hari sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, jika membuka posisi sell maka tempatkan stop-loss beberapa pip di atas level tertinggi intraday atau hari sebelumnya. Kemudian jika harga akhirnya bergerak seperti perkiraan, maka segera pindahkan stop-loss ke posisi break-even. Alasan dari penempatan stop-loss yang lebih dekat adalah untuk antisipasi jika pasar tidak bergerak sesuai perkiraan dan justru berubah secara fundamental. Dalam kasus ini sebaiknya posisi harus segera ditinggalkan.
Sementara penentuan time-frame sangat tergantung pada berapa lama trader menahan posisinya. Untuk traderyang menahan posisi selama beberapa hari, setting time-frame ideal adalah mingguan untuk screen pertama, harian untuk screen kedua dan 4 jam untuk screen ketiga. Sementara bagi trader yang menahan posisi kurang dari 1 jam, time-frame terbaik yang digunakan adalah 1 jam untuk jangka panjang, 10 menit untuk jangka menengah dan 2 menit untuk jangka pendek.
Trading merupakan suatu aktivitas yang menggairahkan. Selain rasa senang karena berhasil meraih keuntungan, seorang trader juga pasti mengalami perasaan kecewa akibat kerugian. Terlepas dari perang emosi yang dialaminya, trader sejati akan bersikap tenang dan tidak terlalu excited saat menerima keuntungan maupun kerugian. Trading berdasarkan emosi adalah musuh utama dari sebuah kesuksesan. Keserakahan dan ketakutan hanya bersifat menghancurkan sehingga intelektualitas lebih diperlukan ketimbang nyali besar.
Money management versi Alexander Elder dirancang atas tiga tujuan, yaitu agar trader dapat bertahan dan terhindar dari risiko yang dapat menendangnya keluar dari pasar. Tujuan kedua adalah menghasilkan return yang stabil dan tujuan ketiga yakni untuk mendatangkan keuntungan yang besar. Aturan utamanya tertuang dalam ungkapan “do not risk thy whole wad” atau jangan pertaruhkan semua di satu tempat. Trader yang payah melanggar prinsip tersebut dengan cara memasang posisi besar dalam satu transaksi. Kemudian ia terus memasang posisi dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih besar agar kerugian yang telah dialami bisa secepatnya ditutup. Money management yang baik akan menghindarkan trader dari kerugian besar di awal transaksi.
Seorang trader harus tahu seberapa besar kerugian yang sanggup diterimanya serta kapan dan di level berapa ia melakukan cut loss. Trader profesional akan keluar dari pasar secepat mungkin ketika ia merasa posisinya salah, kemudian baru masuk lagi di saat yang tepat. Sementara trader amatir justru bertahan dan berharap pasar akan bergerak mengikuti posisi mereka.

Manajemen Risiko
Jadi berapa idealnya risiko yang diambil? Menurut Elder, jumlah kerugian maksimal pada satu sesi perdagangan adalah sebesar 2% dari jumlah modal. Jadi, jika dihitung dengan modal awal sebesar $5.000, maka toleransi kerugian yang sehat tidak lebih dari $100 untuk satu transaksi. Semakin besar modal yang digunakan maka semakin besar pula risiko yang bisa dipertaruhkan. Dengan berpegang pada toleransi kerugian 1% hingga 2%,trader dapat melindungi prospek jangka panjang meskipun mengalami lima atau enam kerugian beruntun. Elder juga berpendapat bahwa seorang trader dapat mentoleransi batas kerugian sampai 6-8% dalam satu bulan. Dan jika batas tersebut sudah tersentuh dalam kurang dari satu bulan, maka disarankan untuk berhenti trading selama sisa hari dalam satu bulan itu. Gunakan waktu untuk mengevaluasi kembali metode, pasar dan tentunya kemampuan diri sendiri.
Saat mendapat sinyal untuk masuk ke pasar, trader harus mencermati dulu posisi stop loss yang tepat. Jika posisi yang akan diambil berpotensi menciptakan kerugian lebih dari 2% maka sebaiknya dibatalkan. Kalaupun ingin membuka posisi di lebih dari satu kontrak, pastikan total risiko maksimalnya 2%.

Sistem Martingale


Hindari Martingale atau metode money management lama yang kerap dipakai untuk berjudi. Dalam prinsip Martingale, pihak yang kalah akan melipatgandakan jumlah taruhan untuk mengembalikan modalnya. Misalnya seseorang konsisten bertaruh $100 ketika menang, namun saat dirinya kalah ia rela menaikkan taruhan jadi $200 dan baru kembali menaruh $100 kalau sudah menang lagi. Martingale bisa mengakibatkan kerugian trading besar jika kekalahan terjadi secara beruntun.
Apabila sukses dalam suatu transaksi, trader dapat memilih untuk mencairkan keuntungan atau menginvestasikannya kembali. Meskipun tergantung pada pilihan masing-masing, Alexander Elder menyarankan supaya keputusan itu diambil berdasarkan intelijensi dan bukan memakai emosi semata. Menurutnya, seorangtrader profesional akan melikuidasi sebagian profit dan menempatkan separuhnya lagi untuk investasi. Sedangkantrader amatir biasanya akan mengambil semua keuntungan dan menggunakannya untuk keperluan pribadi. Hal ini mencerminkan kurangnya rasa percaya diri trader terhadap kemampuannya dalam menghasilkan profit. Padahal dengan menginvestasikan sebagian keuntungan, terbuka peluang untuk mendapat profit yang lebih besar karena jumlah posisi kontrak yang bisa dibuka juga menjadi lebih banyak. Atau trader dapat mempertahankan posisi dalam jangka panjang dengan menggunakan stop loss lebih lebar saat modalnya bertambah.

Prinsip Trading


“Keluar dari transaksi saat sedang merugi adalah pilihan yang sulit, namun keluar dari pasar ketika sedang untung adalah jauh lebih sulit,” demikian penegasan Elder dalam suatu kesempatan. Pernyataannya itu mengacu pada tindakan seorang trader ketika posisi yang dibukanya searah dengan pergerakan pasar. Bertambahnya profit akan memunculkan keraguan untuk keluar posisi ‘hanya’ dengan mengantongi keuntungan yang sudah didapat. Karena jika ia memutuskan keluar posisi dan pasar masih saja bergerak sesuai perkiraannya, maka akan timbul penyesalan. Biasanya setelah masuk posisi lagi, ia akan menahannya lebih lama dan di sinilah pasar kerap berbalik arah dan justru merugikan. Kesalahan terburuk seorang trader adalah menghitung profit ketika sedang membuka posisi. Padahal ia seharusnya mengingat tujuan money management yang ke-dua yaitu menghasilkan profit secara stabil dan keluar dari posisi ketika target keuntungan telah dicapai. Keserakahan hanya akan merusak pola pikir trader. Oleh karena itu, gunakan indikator yang mampu memberikan sinyal titik balik harga dan paling sesuai dengan karakteristik masing-masing. Tujuan ke-tiga dari money management bisa dicapai dengan cara menginvestasikan lagi sebagian profit demi keuntungan yang lebih besar.
Terdapat benang merah yang bisa ditarik dari pengalaman Alexander Elder selama berkecimpung di pasar keuangan. Di antaranya adalah selalu menempatkan stop-loss ketika masuk ke pasar dan batas toleransi kerugian maksimal 2%. Ketika harga bergerak sesuai harapan, segera pindahkan stop-loss ke posisi impas atau break even. Geser stop-loss apabila harga terus bergerak untuk melindungi profit. Dengan mengkombinasikan tiga hal penting dalam Trading yaitu psikologi, sistem Trading dan money management, maka seorang trader dapat memiliki kinerja transaksi yang baik pula. Musuh utama seorang trader adalah dirinya sendiri. Sebaik apapun money management, kerugian akan tetap menghampiri apabila sistem trading-nya buruk. Mulailah dengan menaklukkan diri sendiri, ciptakan sistem trading yang sesuai dengan karakter dan terapkan money management yang disiplin untuk menghasilkan profit. Semoga bermanfaat.
Dikutip dari Monexnews - 

Gaji Seorang Trader Forex

Seorang trader forex bisa melakukan trading untuk dirinya sendiri atau pihak lain dengan perjanjian tertentu. Dia adalah trader independen. Namun dia juga bisa bekerja untuk sebuah broker besar, bank, institusi keuangan atau perusahaan investasi. Trading untuk diri sendiri atau pihak lain (klien) tentu tidak dituntut syarat pendidikan formal yang tinggi, asal klien Anda percaya pada prestasi trading Anda atau pada pihak yang merekomendasikan Anda.

Tetapi lain halnya jika bekerja untuk broker besar, bank atau perusahaan investasi. Selain diminta menunjukkan bukti prestasi trading (bagi yang telah berpengalaman), Anda juga diharuskan lulus dari serangkaian test dan memenuhi syarat pendidikan formal sesuai ketentuan. Broker dan bank besar bahkan ada yang mensyaratkan sertifikat dari badan regulator tertentu. Di Amerika Serikat seorang trader forex minimal harus mengantongi sertifikat Commodity Trading Advisor atau Retail Foreign Exchange Dealer dari badan regulator pemerintah seperti National Futures Association (NFA).

                                                  

KompensasiJika Anda bekerja untuk sebuah broker, institusi keuangan atau perusahaan investasi di Amerika Serikat, sebagai kompensasi Anda akan menerima gaji pokok (base salary) ditambah sejumlah bonus berdasarkan lama waktu kerja Anda (dalam satuan tahun), volume trading dan total profit yang Anda hasilkan selama periode tertentu. Menurut survey Biro Statistik Tenaga Kerja AS (yang merilis data Non-Farm Payrolls) per tahun 2010 rata-rata gaji pokok trader forex dan trader komoditi di AS adalah USD 60,980 per tahun, dan USD 104,000 per tahun bagi top ranking 10% (belum termasuk bonus). Trader berpengalaman bisa memperoleh gaji pokok antara USD 100,000 hingga USD 120,000, dan dengan bonus bisa mengantongi USD 150,000 hingga USD 250,000 per tahun.

Hal yang mendukung keberhasilan seorang trader forex Menurut John McCarthy, managing director dan head of foreign exchange trading di ING Capital Markets, LLC, kualitas yang diperlukan seorang trader forex adalah “cepat tanggap, terbuka, bisa merasa enjoy dalam menghadapi tekanan akibat resiko yang diambil, dan bisa bekerja pada lingkungan yang sensitif terhadap waktu dan resiko.” Bank-bank dan institusi keauangan besar memang mensyaratkan Anda minimal mesti memiliki gelar MBA atau Ph.D. dalam bidang keuangan, ekonomi, matematika atau fisika. Namun jika pendidikan Anda tidak sampai ke jenjang tersebut tetapi memiliki track record trading yang bagus dan bisa dibuktikan, Anda juga dianggap berkualitas. 

Gaya hidup  pekerjaan trading forex adalah sebuah gaya hidup tersendiri. Pasar buka jam 5 pagi hari Senin waktu Australia dan tutup jam 5 sore hari Jum’at waktu New York. Jika lokasi Anda di New York dan trading pada pasar Asia dan Eropa, Anda mesti siap di meja trading paling tidak jam 4 sore hingga larut malam. Bagi seorang trader forex, bekerja sehari 12 jam bukanlah hal yang luar biasa. Anda memang digaji untuk menjalani gaya hidup seperti itu, trading or sleeping. Tentu saja kecuali hari Sabtu dan Minggu. 

Warren Buffett, Investor Sukses Dari Omaha

seputarforex.com

Warren Buffett adalah salah seorang investor kelas dunia yang paling sukses pada abad 20 dan 21 ini. Pada tahun 2011 majalah Forbes menempatkan Buffett pada urutan ketiga orang terkaya dunia. Pria yang dianggap mempunyai gaya hidup yang agak aneh (eccentric) ini diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD 58 milyard. Berawal dari seorang analis dan trader, Buffett membuat aturan yang dianggapnya sebagai sebuah mantra dan selalu ditaati. ‘Aturan pertama: jangan pernah rugi. Aturan nomor dua: jangan pernah lupa pada aturan pertama.’

                                                   

Warren Edward Buffett lahir di Omaha, Nebraska, AS pada tahun 1930. Berbekal gelar Master’s of Science di bidang bisnis dari Columbia University, ia kemudian bekerja sebagai salesman untuk produk-produk investasi. Karena sangat terpengaruh oleh buku ‘The Intelligent Investor’ yang ditulis oleh investor legendaris Benjamin Graham, pada tahun 1954 Buffett memutuskan untuk bekerja sebagai analis saham di perusahaan Graham: Graham-Newman Corp, di New York. Dari sinilah ia belajar bagaimana memilih saham-saham yang mempunyai potensi dan layak untuk ditradingkan. Buffett menganggap Graham sebagai guru sekaligus teman.

Setelah memulai trading sendiri dan mendapatkan keuntungan dari beberapa bisnis investasi partnership dengan para koleganya di Omaha, pada tahun 1965 Buffett membeli Berkshire Hathaway textile company di New Bedford, Massachusetts. Ia segera merubah management keuangannya dan menggunakan nama perusahaan itu sebagai holding company untuk semua bisnis investasinya. Ketika bisnis tekstilnya kolaps di tahun 1973-1974, Buffett menggunakan perusahaan tersebut untuk membeli saham-saham di bidang lain, salah satunya adalah The Washington Post. Saat ini Berkshire Hathaway adalah salah satu perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total asset dan penjualan mencapai ratusan milyard USD.

Salah satu penyebab kesuksesan Buffett adalah ketelitiannya dalam membeli atau menjual saham. Pengetahuan itu diperoleh dari sang mentor Benjamin Graham yang juga mengajarkan kesabaran dan disiplin dalam berinvestasi. Karakteristik saham-saham yang menjadi incaran Buffett biasanya adalah: perusahaan yang hutangnya sangat sedikit dengan keuntungan yang wajar (tidak terlalu besar), cash flow yang lancar, produk atau jasa yang ditawarkan mudah dimengerti dan nilai keuntungan yang mudah diprediksi. Buffett selalu menolak berinvestasi pada perusahaan yang sama sekali belum diketahuinya. “Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.” demikian salah satu tip-nya kepada para investor dan entrepreneur.

Jack Schwager, Trader Dan Penulis Buku Market Wizard

Jack Schwager, Trader Dan Penulis Buku Market Wizard

seputar forex.com
Jack D. Schwager adalah seorang trader saham, fund manager dan penulis buku. Ia pernah menjabat sebagai Managing Director perusahaan investasi Fortune Group yang berbasis di London. Saat ini Schwager adalah portfolio manager ADM Investor Services Diversified Strategies Fund, sebuah investasi di futures dan forex managed accounts. Selain itu ia juga sebagai adviser untuk Catalytic Investment Group Pte Ltd, sebuah perusahaan fund management yang berbasis di Singapore. Nama Jack Schwager menjadi terkenal karena buku-buku mengenai trading yang ditulisnya, terutama serial Market Wizards yang dianggap sebagai buku literatur klasik dunia investasi.

                                     

Schwager yang berlatar belakang pendidikan ilmu ekonomi itu pertama kali mengenal pasar pada tahun 1971 dengan bergabung ke perusahaan broker Reynolds Securities sebagai analis. Disini ia mendalami berbagai pengetahuan tentang trading di pasar saham sebelum bergabung dengan beberapa perusahaan investasi antara lain Loeb Rhoades Hornblower, Smith Barney, dimana Schwager menjabat sebagai direktur riset, Commodities Corporation dan Prudential Securities.

Ketika bekerja untuk Commodities Corporation Schwager banyak belajar metode dari para trader sukses dan terkenal yaitu Ed Seykota, Bruce Kovner, Louis Bacon dan Michael Marcus. Ia langsung menemui para trader tersebut untuk melakukan wawancara dengan alasan ia sedang menulis buku yang berjudul Market Wizards. Dari para trader tersebut Schwager menyimpulkan bahwa profit dalam trading bukan sesuatu yang acak (random) atau keberuntungan semata.

Ia mencatat bahwa keahlian trading memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang psikologi watak manusia. Selain itu investasi yang benar mesti dilakukan dengan metode yang benar pula, tidak hanya berdasarkan peluang keuntungan yang ada. Untuk memahami kedua hal tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama namun trader akan menyadari dari berbagai pengalaman trading yang diperolehnya. Sukses buku Market Wizards disusul dengan New Market Wizards dan Stock Market Wizards yang ditulisnya kemudian. Belakangan juga muncul Hedge Fund Market Wizards.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 2003, Schwager mengatakan bahwa seorang trader yang sukses pasti disiplin dan sangat paham menerapkan money management dengan penekanan pada pengendalian resiko. Namun yang penting menurutnya adalah metode trading yang digunakan harus selaras dengan kepribadiannya, atau karakter individu. Seorang trader tidak bisa begitu saja mengadopsi metode trader yang lain hanya karena metode tersebut berhasil. Jika metode itu tidak selaras dengan mental dan intuisi-nya maka malah akan membuatnya merugi. Metode yang sama bisa diinterpretasikan berbeda bila digunakan oleh trader yang berbeda.

Jack Schwager memang belajar banyak dari para Market Wizards yang diwawancarainya, dan saat ini ia mengelola sebuah yayasan bernama Fortune Group's Market Wizards Funds bekerja sama dengan Fortune Group. Schwager yakin bahwa ‘trading for living’ bukanlah sesuatu yang sulit untuk dicapai. Para Market Wizards telah membuktikannya.

Ed Seykota: Trend dan Mechanical Trading

Tokoh Forex Dunia – Ed Seykota: Trend dan Mechanical Trading

okeforex.com



Meskipun nyaris tidak dikenal baik bagi masyarakat umum maupun komunitas keuangan, namun keberhasilannya dapat membuatnya dikategorikan sebagai salah satu trader terbaik di masanya. Pada awal tahun 70an, Ed Seykota bekerja di salah satu perusahaan pialang terkemuka saat itu dan mengembangkan sistem trading komersial pertama yang berbasiskan komputer. Sistem tersebut digunakan dalam pasar komoditi dan dengan hasil yang cukup mengesankan tapi campur tangan dari perusahaan mengakibatkan turunnya performance tradingnya.
Salah satu orang yang menggunakan sistemnya dalam live account dan mulai trading dengan US$ 5,000, 12 tahun kemudian dananya telah meningkat menjadi US$ 15 juta. Ed merupakan salah satu pelopor ‘Mechanical Trading’.
Edward Arthur Seykota atau biasa lebih dikenal dengan nama Ed Seykota lahir pada tanggal 7 Agustus 1946. Dia dikenal sebagai seorang komoditi trader. Beliau mendapatkan gelar B. Sc. Pada bidang teknik elektro dan manajemen dari MIT di tahun 1969. Hingga akhir tahun 1960 Ed Saykota bertrading di U.S. Treasury. Lalu ia beralih ke komoditi trading. Brokernya menawarkan kontrak perdagangan tembaga. Dia mengalami kerugian saat pertama kali bertrading. Lalu ia beralih ke perak. Posisi Buy dipilih oleh Ed. Ternyata harga perak jatuh dan menyentuh posisi Stop Lossnya. Loss dua kali membuat Ed belajar banyak hal dimana betapa mengagumkannya pergerakan market. Ed membaca buku karangan Richard Donchian, yang memberikan pengajaran tentang sebuah mekanisme sistem trading yang mengalahkan pasar. Pertama kali membaca, Ed langsung berkomentar hal itu adalah tidak mungkin. Ed kemudian men-thuat program komputer dan langsung ditest saat bertrading. Terbukti teori Richard Donchian betul. Kesimpulannya dengan mempelajari market, kita dapat mempraktekan trading for living (trading untuk hidup) dalam kehidupan kita.
Salah satu keunikan Ed Seykota dibanding trader lainnya adalah evaluasi diri yang secara terus menerus dan perhatiannya yang sangat besar tentang psikologi dalam trading. Sementara trader-trader lain kebanyakan melakukan trading secara mechanical, Ed seykota melakukan kombinasi antara mechanical dan non-mechanical (judgemental).
a. Methodology
Basic dari peraturan trend trading menrut Ed Saykota adalah:
  1. Bertradinglah dengan menggunakan trend trading
  2. Pelajari tentang cut loss dan jadilah pemenang selalu.
  3. Gunakan manajemen resiko
b. Trend
Banyak trader menanyakan apa definisi dari Trend kuat menurut Ed. Berikut adalah definisinya:
  1. Lebih kuat atau lebih tinggi dari nilai yang diprediksikan.
  2. Potensial. Mempunyai atau mempunyai kemampuan untuk naik atau turun lebih lagi.
  3. Kuat(tidak terkalahkan): dapat menanggung segala koreksi keatas maupun ke bawah.
c. Resiko
  • Menurut Ed, resiko yang dapat kita ambil setiap kali bertrading Forex adalah 0.5 – 25% dari Equity.
d. Fee
  • Untuk menghindari biaya komisi yang terlalu besar maka sebaiknya Anda jangan terlalu sering masuk ke market/ pasar.
e. Performance
  • Pada tahun 1970 is mempelopori sebuah sistem trading yang terkomputerisasi untuk pasar futures. Pada dasarnya sistem trading yang dikembangkannya berasal dari exponetial moving averages (SMA)
  • Performance trading pribadinya tidak pernah dibuka secara umum, namun ada orang di bawah binaanya mencapai performance sampai 250,000% dalam live accountnya.
  • Guru dari banyak trader terkenal lainnya termasuk Michael Marcus, David Druz, Jim Hamer, Jason Dekker, Michael Stephani, dan Jason Russel
Dia juga sering menyederhanakan masalah yang cukup rumit dalam sebuah kalimat yang singkat dan sederhana, kadang juga menggunakan gambar dalam menjelaskan maksud pembicaraannya. Kehidupan kesehariannya, Ed juga sering bekerja sama dengan banyak orang. Beliau banyak membangun Website diantaranya adalah web Trading Tribe. Didalam web itu terdapat isu psikologi dan emosional yang melekat pada diri trader dan investor (Ed Saykota mengatakan hal ini amat penting).
Murid-murid Ed menjadi orang yang berhasil dalam bertrading di Stock, Index, Komodity maupun Forex, diantaranya adalah Michael Martin, Jim Hamer, Greg Smith, dan Chauncey DiLaura & David Druz. Michael Martin yang juga merupakan murid dari Ed Saykota menghasilkan profit 76.04% dan menduduki peringkat 1 pada kompetisi trading di AutumnGold.com.
Richard Dennis (pencipta Turtle Rules) bukan satusatunya pengajar trend following. Ada beberapa kalangan yang mengatakan Ed Saykota mempunyai murid lebih banyak dari Dennis.

George Soros: The Man Who Broke the Bank of England

George Soros: The Man Who Broke the Bank of England


Siapa yang tidak pernah mendengar nama George Soros? Orang-orang yang berkecimpung di dunia investasi pasti sudah familiar dengan sosok kontroversial asal Amerika Serikat ini. George Soros dikenal sebagai seorang trader yang brilian karena mampu menghasilkan miliaran Dollar hanya dari sebuah transaksi. Tidak heran jika ia dijuluki sebagai mahaguru oleh investor lainnya di seluruh dunia.
Aksi pertama George Soros yang berhasil melambungkan namanya tercatat pada tahun 1992. Ketika itu ia sukses “mempermalukan” Bank Sentral Inggris di pasar uang dengan strategi jual terhadap Poundsterling. Melalui perusahaan investasinya, Quantum Fund, Soros memegang posisi jual Poundsterling sebanyak lebih dari $10 miliar dan membeli Deutsche Mark (DM). Lewat analisa yang mendalam, pria keturunan Hungaria ini melihat kerapuhan pada mata uang Inggris dan percaya bahwa sudah waktunya bagi Poundsterling untuk melemah. Soros diyakini mendapatkan keuntungan lebih dari $1 milyar.


Pemerintah Inggris pada saat itu sudah menjadi anggota ERM (Exchange Rate Mechanism) Eropa yang merupakan sistem pertukaran mata uang yang diperkenalkan oleh Komunitas Eropa pada tahun 1979. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi fluktuasi nilai tukar dan menjaga stabilitas moneter di Eropa. Sistem ini sebagai cikal bakal penerapan mata uang tunggal Eropa. Dan Inggris menjadi anggota ERM pada Oktober 1990.
Menjadi anggota ERM, nilai tukar poundsterling diharuskan berada di atas level 2,778 DM per satu poundsterling. Pemerintah diwajibkan untuk melakukan intervensi ketika nilai tukar GBP berada di bawah level itu. Pada masa itu, kondisi ekonomi Inggris membuat nilai tukar GBP melemah. Di tahun 1992, tingkat pengangguran Inggris meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 1990. Selain karena perekonomian domestik, GBP juga mendapatkan tekanan dari upaya Bank Sentral Jerman untuk menekan tingkat inflasi. Pemerintah Inggris menaikan suku bunga acuan menjadi 10% dan melakukan intervensi di pasar uang dengan membeli poundsterling senilai milyaran pounds.
Pada September 1992, George Soros lewat Quantum Fundnya mulai melakukan penjualan poundsterling besar-besaran. Sebagai anggota ERM, Bank Sentral Inggris (BoE) diwajibkan untuk menerima semua order jual yang masuk. Di sinilah kekuatan likuiditas (BoE) diadu dengan kekuatan jual Quantum Fund. Namun BoE merasa usahanya sia-sia karena poundsterling tidak menguat. Pemerintah Inggris kemudian mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dari 10% menjadi 12% untuk menahan laju penurunan sterling. Namun pasar masih memproyeksikan nilai tukar poundsterling melemah karena kondisi ekonomi Inggris sehingga tekanan jual terhadap poundsterling tetap tinggi. Pemerintah Inggris akhirnya dihadapkan pada dua pilihan yaitu menaikan suku bunga lagi atau keluar dari ERM. Pilihan kedua lah yang diambil sehingga nilai tukar poundsterling kembali terdevaluasi.

Berdasarkan kisah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa George Soros meneliti semua faktor yang mempengaruhi pergerakan instrumen secara mendalam, khususnya dari kacamata makroekonomi. Setelah itu ia akan memasang posisi dengan nominal yang kecil, sesuai dengan hasil analisanya. Selama harga instrumen tersebut bergerak searah dengan skenario maka ia akan menambah posisi dalam jumlah yang lebih besar. Metode seperti inilah yang membuat Soros mampu memperoleh laba spektakuler dalam satu kali transaksi.
Namun betapapun hebatnya George Soros, pria kelahiran 12 Agustus 1930 ini bukanlah manusia super. Gayatrading-nya yang agresif pernah juga menghadirkan kerugian yang jumlahnya tidak main-main, yakni mencapai miliaran Dollar. Pada tahun 2000, Soros merugi sekitar $4 miliar dari kepemilikan aset saham sektor teknologi. Enam tahun sebelumnya, ia juga sempat kehilangan uang meskipun jumlahnya lebih kecil, yakni $600 juta, akibat salah dalam memegang posisi jual Yen.
Keberanian dalam bertransaksi dengan jumlah dana yang besar dan kemampuan menghasilkan profit yang angkanya cukup besar pula telah menjadikan George Soros sebagai trader yang disegani di seluruh dunia. Pengambilan posisi trading-nya kemudian kerap diikuti oleh banyak trader sehingga menjadi keuntungan bagi Soros sendiri. Kejatuhan nilai tukar Poundsterling 20 tahun silam bisa menjadi contoh valid yang layak dituliskan dalam buku sejarah. Strategi pemegang gelar Doktor dari 4 lembaga pendidikan di Amerika, Hungaria dan Inggris ini ditiru oleh begitu banyak investor sehingga pergerakan nilai tukar Sterling semakin anjlok kala itu.
Soros sangat mengandalkan analisa fundamental yang mendalam dari suatu instrumen sebelum menentukan posisi. Analisa yang mendalam membuat Soros yakin terhadap posisinya sehingga dia berani bertransaksi dalam jumlah besar.
Sejak mengalami kerugian besar di tahun 2000 akibat pecahnya gelembung pada saham-saham teknologi, gayatrading Soros berubah menjadi lebih konservatif. Ia secara bertahap mengurangi tingkat risiko dan aksi-aksi spekulatif di lantai bursa. Namun demikian, bukan berarti masa kejayaan Soros sudah habis. Pada tahun 2010, perusahaan manajemen asetnya tercatat menghasilkan keuntungan sebesar $32 miliar sejak pertama kali didirikan pada tahun 1973.
Pelaku pasar keuangan di Asia tentu tidak lupa bagaimana krisis tahun 1997 merusak sistem finansial kawasan dalam waktu lama. Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad sempat menuding Soros berada di balik keruntuhan nilai aset keuangan Asia Tenggara melalui perusahaan investasinya. Baru pada tahun 2006 keduanya bertemu dan Mahathir kemudian meralat tuduhannya atas keterlibatan Soros dalam krisis menahun itu.
Terlepas dari berbagai tindakan kontroversial yang dilakukan oleh George Soros di masa lampau, kejeniusannya dalam hal pengelolaan dana sulit dijiplak oleh trader manapun. Sampai sekarang, apa yang dikatakan olehnya seakan menjadi titah bagi pelaku pasar dalam pengambilan posisi transaksi. Pergerakan mata uang dan komoditi emas dalam beberapa tahun terakhir juga tidak lepas dari kontribusi verbal sang mahaguru.
Semoga bermanfaat.
mifx.com